Peletakan Batu Pertama Gedung KSPPS MUI Jawa timur di Sedayu, Berkonsep Swalayan

0
29
Ketua MUI Gresik KH. Mansoer Shodiq secara simblis meletakan batu pertama pembangunan gedung KSPPS.

 

CAKRAWALAMUSLIM – Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Mitra Usaha Ideal (MUI) Jawa Timur meresmikan peletakan batu pertama pembangunan kantor baru. Koperasi yang dinaungi Majlis Ulama’ Indonesia (MUI) Cabang Gresik itu akan berdiri di Kecamatan Sidayu.

Dengan dihadiri sejumlah pengurus MUI Gresik dan pejabat Pemkab, gedung koperasi berkonsep swalayan itu resmi dibangun. Terlihat, secara seremonial para kiai dan perwakilan Bupati Gresik melakukan peletakan batu pertama, pada Senin (22/3/2021).

Ketua KSPPS MUI Jatim H Abdul Muhid mengatakan, proyek pembangunan gedung ini direncanakan akan selesai selama satu tahun. Rencananya juga, gedung ini akan berlantai tiga, setiap lantai memiliki fungsi masing-masing.

“Alhamdulillah, selama 9 tahun berjalan, KSPPS yang dinaungi MUI Gresik sudah mendirikan 9 kantor cabang. Ini prestasi yang luar biasa,” kata Muhid.

Dijelaskan, pembangunan gedung seluas 62 meter dan lebar 12,5 itu akan dibangun berlantai tiga. Dengan rincian, lantai satu akan digunakan swalayan yang menjual semua kebutuhan masyarakat. Sedangkan di lantai dua digunakan perkantoran dan lantai tiga digunakan ruang serba guna.

“Tentu gedung ini akan sangat bermanfaat sekali. Jadi kami mengkonsep agar masyarakat maupun anggota koperasi yang berkunjung sangat nyaman,” terangnya.

Sementara itu Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq mengaku bersyukur atas berdirinya bangunan kantor cabang baru KSPPS MUI Jatim. Pasalnya, sejak berdirinya koperasi ini banyak anggota yang merasa terbantu.

“Merasa bersyukur atas kerja kerasnya, sampai saat ini telah melahirkan 9 cabang,” sebut KH Mansoer dalam sambutannya.

Ia menerangkan, berdirinya koperasi ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pedagang kecil di pasar yang mengeluh terkait keberadaan rentenir. Mereka tidak bisa berkembang karena terjerat hutang pada rentenir. Untuk itulah konsep koperasi syariah menawarkan transaksi ekonomi tanpa riba.

“Banyak kiai di MUI menguasai ilmu fiqh muamalah, yang membahas jasa transaksi ekonomi. Maka dalam rangka mengimplementasi pemikiran di kitab fiqh terbentuklah koperasi,” bebernya.

Apalagi koperasi yang ada, masih terlihat konvensional. Maka KAPPS MUI Jatim melahirkan jasa keuangan bebas riba. Ditambah, menurut KH Mansoer, semua pegawainya menjalankan ajaran islam. Seperti sebelum memulai kerja, mereka juga diwajibkan untuk sholat duha berjama’ah dan membaca surat Waqiah.

Bupati Gresik yang diwakili Kabag Kesra Wafik berharap koperasi syariah milik MUI Gresik ini menjadi jawaban bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Ia juga memerintahkan kepada kepala desa se kecamatan Sidayu agar menginfokan kepada warganya yang fokus menjalankan bisnis kecil.

“Apalagi Indonesia mayoritas islam, sangat tepat koperasi berhaluan syariah untuk mengurangi riba,” pungkasnya. (sah)