Halaqoh Ulama Umara, Kiai Mansoer Ajak Umat Saling Menghormati Pilihan Berbeda

0
280
Foto : Kiai Mansoer Shodiq saat menyampaikan sambutan, dalam acara Halaqoh Ulama Umara MUI Gresik. (Foto : Zainal/cakrawalamuslim)

CAKRAWALA MUSLIM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, mengadakan Halaqoh Ulama dan Umara dengan tema ‘Mewujudkan Pemilu Bahagia’, di Aula MUI Gresik, Sabtu (16/12/2023).

Dalam kesempatan tersebut, MUI menganggap penting untuk mengangkat tema ‘Pemilu Bahagia’, lantasan praktik dimasyarakat, seringkali pemilu yang harusnya menjadi sarana kedaulatan rakyat untuk memilih wakilnya, namun menyebabkan ketegangan ditingkat bawah.

“MUI punya peran penting, yaitu dalam menjaga ukhuwah islamiyah, wathoniyah, serta insaniyah, maka penting bagi MUI untuk ikut serta dalam mewujudkan pemilu bahagia,” terang Ketua Umum MUI Gresik.

Kiai Mansoer manambahkan, untuk itu, MUI mengajak para peserta pemilu, untuk menjaga kondisi Gresik dan masyarakatnya, agar tetap dalam kondisi yang aman dan damai.

“Untuk masyarakat pemilih, mari saling menghormati pilihan masing-masing, karena itu adalah wujud nyata pemilu yang demokratis,” tambah Beliau.

Keynote Speaker mewakili Bupati Gresik, H Edi Siswoyo Asisten II Bupati Gresik menyampaikan, bahwa Pemilu ini bukan hanya sekedar tugas KPU dan Bawaslu, namun juga peran pemerintah daerah dalam menyukseskan Pemilu 2024, di kabupaten Gresik sangat penting

“Sangat penting juga menjadi pemahaman bersama, bahwa pemilihan ini bukan ajang pecah belah, maka harus kita sambut dengan bahagia,” jelas Edi.

Dalam proses pemilu, lanjut Edi, mari kita bangun sebagai tali perajut persaudaraan, bahwa perbedaan itu wajar, serta menjadi bagian dari proses pendewasaan demokratis.

“Mari kita mendidik masyarakat agar memilih figur yang punya kualitas, agar bisa membawa manfaat bagi masyarakat Gresik,” pungkasnya.

Kemudian, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ (PCNU) Kabupaten Gresik KH Mulyadi, menerangkan bahwa bangsa ini merindukan suasana pemilu yang teduh, damai serta membahagiakan, sehingga bisa lahir pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat.

“Kami harapkan, bahwa perbedaan dalam pilihan politik, jangan sampai mengganggu kebhinekaan kita,” terang Kiai Mulyadi.

Ketua PCNU Gresik itu menambahkan, bahwa pemilu adalah bagian dari perjalanan bangsa, karena pemilu bukan tujuan akhir, namun pemilu adalah proses. Apapun yang terjadi, kita musti berpegang teguh pada tauladan Nabi Muhammad dan para khulafaur rosyidin.

“Kita musti mengingat al-Qur’an, ‘Taqwalah kamu sekalian kepada Allah’, dan Nabi bersabda, ‘Taqwa itu ada didalam hati’, sebagaimana bahagia itu adanya didalam hati, maka kita harus bisa menyelaraskan hati dan pikiran untuk fokus pada satu tujuan pemilu damai dan menghasilkan para pemimpin yang amanah,” terang Kiai Mulyadi.

Kemudian Dr KH Thoha Mahsun Ketua PD Muhammadiyah Gresik, menyampaikan beberapa konsep, yang bisa mewujudkan pemilu bahagia.

“Kita musti mendorong partisipasi aktif warga Muslim dalam pemilihan umum, sesuai dengan ajaran Islam yang menghargai tanggung jawab sosial dan kewajiban berpartisipasi dalam urusan masyarakat, karena kita telah sepakat pada konsep darul ahdi wal syahadah,” jelas Beliau.

Selain itu, Dr Thoha Mahsun juga menyampaikan pentingnya prinsip musyawarah mufakat, anti-korupsi, pendidikan politik yang sesuai dengan ajaran Islam, serta menjamin perlindungan hak asasi manusia dalam konteks pemilu.

“Harus didorong juga, kampanye politik yang etis dan beradab, yang sesuai dengan akhlak Islam dan tidak melibatkan fitnah atau serangan pribadi, sehingga bisa terwujudkan pemilu yang membahagiakan masyarakat,” jelas Dr Thoha Mahsun.

Selain mengundang Pemerintah Kabupaten Gresik, Ketua Umum PCNU dan Ketua PD Muhammadiyah, MUI Gresik juga mengundang Kapolres Gresik, para pimpinan partai politik parlemen di Gresik, serta KPU dan Bawaslu Gresik, dalam kegiatan Halaqoh Ulama Umara tadi. (is/cm)