Prihatin Banyak Anak Hamil diluar Nikah, MUI Gresik Undang Dinas Terkait

0
18

CAKRAWALA MUSLIM – Banyaknya pengajuan dispensasi Nikah dini dan kasus hamil di luar nikah di Kabupaten Gresik, membuat Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Gresik prihatin. Dalam upaya pencegahan lembaga keulamaan ini menyelenggarakan Workshop Pendewasaan Usia Pernikahan Anak dengan tema Matang Dulu, Nikah Kemudian, Sabtu (10/09/2022). Kegiatan ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Darul Ihsan Menganti Gresik

Kyai Mansoer Ketua Umum MUI Gresik dalam sambutannya mengatakan, berdasarkan data Pengadilan Agama Gresik dari tahun 2018 sampai bulan Juli 2022 terdapat 958 pemohon Dispensasi nikah. Dari data tersebut yang tidak dikabulkan sebanyak 23 sedangkan lainnya tidak dikabulkan. Hal itu terjadi diantaranya karena faktor putus sekolah, faktor ekonomi dan lebih mencengangkan adalah karena hamil dulu sebelum nikah.

“Saya berharap kepada pemerintah kabupaten Gresik, supaya jangan ada di Gresik anak putus sekolah, apalagi karena faktor ekonomi. Yang lebih memprihatinkan lagi adalah semakin banyaknya pemohon diskah yang faktornya karena hamil duluan. Kita miris melihat ini semua. Ini sangat tidak berbanding lurus dengan jargon Gresik sebagai kota santri dan kota wali,” Tegas Kyai Mansoer

Foto bersama setelah kegiatan workshop pendewasaan usia pernikahan anak telah usai bersama Pimpinan MUI Gresik, pengasuh ponpes Darul Ihsan dan Nara sumber

Lebih lanjut Kyai Mansoer berharap pemerintah Desa dan tokoh masyarakat juga turut memberikan perhatian terhadap permasalahan ini.

“MUI berharap pemerintah Desa dan tokoh masyarakat tidak abai karena ini menjadi masalah kita bersama, semua harus bergerak bersama dalam rangka menanggulangi ini semua” Tambah Kyai Mansoer.

Ditempat yang sama Kyai Mulyadi Pengasuh Ponpes Darul Ihsan Menganti merasa kaget dan prihatin dengan maraknya kasus hamil di luar nikah di Kabupaten Gresik.

“Masalah ini adalah tanggungjawab kita bersama dan saya rasa hal ini harus ditindaklanjuti dan bersinergi dengan pemerintah baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga Desa,” Jelas Kyai Mul

Hadir dalam kegiatan workshop ini Ketua PKK Gresik, Hj. Nurul Haromaini Ahmad Yani sebagai keynote speaker, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Gresik, Kiswanto, M. Pd., kepala dinas KBPP&PA Gresik H. Saifuddin Ghozali dan Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr. Mukhibbatul Khusna semuanya sebagai nara sumber dalam workshop ini.

Acara ini berjalan dengan lancar, diakhiri dengan Tanya jawab dan penandatanganan nota kesepakatan untuk ditindaklanjuti setelah kegiatan ini. (al/cm)