KH Anwar Iskandar Jadi Ketum MUI Pusat, Usai KH Miftachul Akhyar Mengundurkan Diri

0
185
KH. Anwar Iskandar ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat 2023-2024 (Foto: NOJ/ Dok. PP Al-Amien)

CAKRAWALA MUSLIM – Menyusul pengunduran diri KH Miftachul Akhyar sebagai ketua umum MUI Pusat, karena menjadi Rais ‘Aam PBNU, MUI Pusat mengadakan rapat pleno dengan agenda utama membahas ketua umum MUI pengganti KH Miftach.

Dalam rapat pleno yang terselenggara di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (15/8/2023) itu, menetapkan Kiai asal Banyuwangi Jawa Timur, KH. Anwar Iskandar sebagai ketua umum MUI Pusat 2023-2025, dalam rapat yang dihadiri oleh jajaran Dewan Pimpinan MUI serta Ketua dan Sekretaris Komisi, Badan, dan Lembaga di lingkungan MUI Pusat.

Ketua Panitia Rapat Pleno MUI Pusat, KH Rofiqul Umam Ahmad mengatakan bahwa penetapan KH. Anwar Iskandar sebagai ketua umum ini, akan dibawa ke rapat paripurna MUI Pusat. Adapun Rapat Paripurna adalah rapat yang dihadiri Dewan Pertimbangan MUI, Dewan Pimpinan MUI, serta Ketua dan Sekretaris Komisi, Badan, dan Lembaga di bawah MUI.

“Rapat Pleno menetapkan bapak KH Anwar Iskandar sebagai Ketua Umum MUI menggantikan KH Miftachul Akhyar yang mengundurkan diri,” kata Kiai Rofiq, mengutip wawancara dengan MUIDigital, Selasa (15/8/2023).

Kiai Rofiq juga menambahkan, bahwa penetapan Kiai Anwar sebagai ketua umum ini, adalah usulan dari Kiai Miftach, selain karena Kiai Anwar merupakan Kiai sepuh di PBNU, Beliau juga saat ini sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat.

Profil KH Anwar Iskandar

KH. Anwar Iskandar lahir di Desa Berasan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, 24 April 1950, Kiai Anwar merupakan putra dari KH Iskandar, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum di Banyuwangi.

Setelah lulus Madrasah Aliyah (MA) tahun 1967 di Banyuwangi. Kiai Anwar mondok di Ponpes Lirboyo Kediri, sambil meneruskan jenjang pendidikan formal di Perguruan Tinggi Tribakti Kediri hingga menyandang gelar Sarjana. Di Tri Bakti, Kiai Anwar terbilang sudah aktif di organisasi, tercatat Ia pernah jadi Ketua PMII Komisariat Tri Bakti waktu itu.

Pasca itu, tahun 1970, beliau ke Jakarta untuk meneruskan kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tidak hanya kuliah, Beliau juga terus aktif di organisasi dengan jadi Pengurus Besar PMII waktu itu.

Dengan bekal ilmu yang Beliau pelajari belasan tahun, Kiai Anwar kembali ke Kediri untuk mendirikan yayasan pendidikan Assa’idiyah di Jasmaren dan Al Amin di Ngasinan, Rejomulyo. Dan hingga saat ini Kiai Amin tercatat sebagai ketua yayasannya.

Kiai Anwar juga tercatat pernah menduduki jabatan-jabatan penting di NU, seperti Ketua GP Ansor cabang Kediri, Ketua Rais Syuriyah NU Kediri, serta Wakil Ketua Rais Syuriyah NU Jawa Timur.

Hingga saat ini pula, Kiai Anwar juga merupakan Wakil Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama’ (PBNU), masa khidmah 2022-2027. (is/cm)