Teruskan Program Pesantren at-Taubah, MUI, Baznas dan Rutan Gresik Tandatangani MoU Lanjutan

0
126
Dari kiri, Ketua Baznas Gresik KH. Muhammad Mujib, Ketua Umum MUI Gresik KH. M. Mansoer Shodiq serta Kepala Rutan Gresik Disri Wulan Agus Tomo setelah menandatangani MoU lanjutan tentang Pesantren at-Taubah bagi warga binaan.

CAKRAWALA MUSLIM – Kerjasama yang sudah terjalin sejak 2016, berupa mendirikan Pesantren at-Taubah di Rutan Klas IIB Gresik, antara MUI Gresik, Baznas Gresik serta Rutan Gresik akan terus berlanjut.

Kepastian itu di dapat, setalah ketiga pihak sepakat melanjutkan MoU (Memorandum of Understanding atau Nota Kesepakatan), dalam melanjutkan pembinaan terhadap warga binaan Rutan Gresik, pada Kamis (27/7/2023).

“Rasanya kok hidup ini kurang manfaat jika kita tidak ikut memikirkan kehidupan mereka (red : warga binaan Rutan), karena meraka sangat butuh pembinaan agama dan karakter, sehingga besoknya bisa hidup di masyarakat dengan layak dan sebaik-baiknya,” terang Ketua Umum MUI Gresik KH. M. Mansoer Shodiq.

Dalam penandatangan MoU di kantor MUI Gresik itu, Kyai Mansoer juga menyampaikan terimakasih kepada Baznas Gresik, yang selalu mendukung pendanaan kegiatan ini, begitu juga dengan Rutan Gresik, yang selalu siap bekerja, untuk memberi bekal para warga binaan.

Kemudian KH. Muhammad Mujib Ketua Baznas Gresik, menyampaikan bahwa sekecil apapun ikhtiar kita, Beliau yakin itu sangat bermanfaat bagi masa depan para santri at-Taubah di Rutan.

“Kami juga yakin, manakala kegiatan-kegiatan sosial seperti ini, dikerjakan secara sinergi antar lembaga dengan kerjasama, saya yakin hasilnya akan sangat baik,” tambah ketua Baznas.

Sementara itu, Kepala Rutan Gresik Disri Agus Wulan Tomo mengaku kagum dengan perhatian MUI dan Baznas ini. “Selama saya berkeliling dinas, belum ada perhatian yang seperti ini,” ungkapnya.

“Kami sangat berterimakasih, karena dalam pembinaan, kita sangat terkendala dengan SDM dan anggaran, alhamdulillah dengan perhatian MUI dan Baznas, kendala tersebut pelan-pelan terurai,” ujar Disri.

Beberapa poin penting dalam MoU tersebut antara lain, peningkatan keimanan warga binaan, mewujudkan karakter santri yang akhlaq al-karimah, dan melatih lifeskill sebagai bekal untuk hidup di masyarakat. (is/cm)