MUI Gresik Beri Pendampingan UMKM Sertifikasi Produk Halal 

0
16

CAKRAWALA MUSLIM – Kawasan Industri Halal (KIH) yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Gresik mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik dan Semen Indonesia Gresik (SIG) menggelar workshop dan pendampingan sertifikasi halal. Dengan melibatkan pelaku UMKM di Kota Pudak.

Wakil Ketua MUI Gresik Bidang Dakwah Media dan Informatika Abdul Chalik mengatakan, pendampingan itu sebagai bentuk dukungan dalam rangka mewujudkan Gresik sebagai sentra industri halal terbesar di Indonesia. Terlebih, status Gresik sebagai Kota Santri menjadi potensi untuk mewujudkan hal tersebut.

“Dengan menciptakan gerakan produk yang legal dan halal,” jelas Abdul Chalik, saat membuka acara di Gedung Pusat Penelitian Semen Gresik, Minggu (28/8/2022).

Pasalnya, hal tersebut sudah menjadi trend di berbagai negara maju. Bahkan, mendapat perhatian serius di kalangan industri besar dalam bidang export dan import. “Hasilnya sangat berpengaruh besar pada perekonomian negara,” jelas Dekan Fisip UIN Sunan Ampel Surabaya itu.

Pihaknya berharap agar iklim usaha khusus tersebut menjadi prioritas. Apalagi, 80 persen penduduk Indonesia merupakan muslim. Sehingga, produk yang memiliki legalitas dan berstatus halal menjadi potensi yang menjanjikan. “Bisa dibilang sedikit terlambat. Namun dengan potensi yang ada, Gresik bisa menjadi sentra industri halal terbesar,” tandasnya.

Komitmen tersebut juga menjadi perhatian serius bagi perusahaan. Melalui program pendampingan sertifikasi halal produk UMKM. “Sebagai bentuk komitmen dan tanggungjawab perusahaan dalam mendukung produk lokal,” jelas Direktur Keuangan dan SDM Semen Gresik Muhammad Supriyadi.

Hal tersebut dibuktikan dengan dukungan anggaran pemberdayaan ekonomi bagi UMKM di seluruh Indonesia. Jumlahnya cukup fantastis, yakni mencapai Rp 1 triliun. “Meliputi seluruh aspek. Baik dari segi komsumtif maupun supporting system bagi perusahaan,” pungkasnya. (aam)