Dr. Abdul Chalik Kenalkan Dakwah Transformatif Pada Peserta PKU

0
65
Dr. Abdul Chalik saat memberikan materi Dakwah Transformatif kepada peserta PKU MUI Gresik, (20/11/22)

CAKRAWALA MUSLIM – Pada hari terakhir Pendidikan Kader Ulama (PKU) ke-II Majelis Ulama Indonesia Cabang Gresik, peserta mendapatkan materi penutup dari Dr. Abdul Chalik.

Beliau mengenalkan konsep dakwah transformatif, sebagai alternatif dakwah kepada para peserta pelatihan. Dekan Fisip Uinsa Surabaya ini, menjelaskan lima konsep dasarnya.

“Pertama adalah dakwah terbuka, demokratis, dan partisipatoris, yaitu metode dakwah yang membuka ruang demokratis kepada umat, dengan melibatkan umat untuk bertanya permasalahan yang di alaminya,” jelas Dr. Chalik.

Kemudian, yang kedua adalah ubudiyah dan masalah sosial, beliau memberi titik tekan pada permasalahan sosial umat, karena seringkali menjadi hal yang tidak di perhatikan oleh da’i,

“Selanjutnya adalah dari personal ke institusi, yaitu menjadikan dakwah yang awalnya hanya di lakukan oleh individu da’i, kemudian di organisir menjadi sebuah gerakan sistemik oleh organisasi, seperti yang di lakukan oleh MUI Gresik,” tambah beliau.

Dr. Abdul Chalik saat memberikan materi Dakwah Transformatif kepada peserta PKU MUI Gresik angkatan kedua. 20/11/22

“Keempat adalah dakwah pemberdayaan, yaitu melihat persoalan ekonomi umat, sebagai sebuah tanggung jawab bersama, yang harus di carikan jalan keluar, dan terakhir yaitu da’i sebagai aktor sosial,” jelas Dr. Chalik

Selain itu, Makmun, M.Ag sebagai moderator juga memberi penjelasan tambahan, tentang apa yang selama ini di lakukan oleh Majelis Ulama Indonesia Gresik.

“MUI Gresik sejak 2016 membentuk Pesantren at-Taubah, pesantren ini di peruntukkan bagi penghuni rumah tahanan di Gresik, ini adalah upaya MUI untuk menjemput bola kepada orang-orang yang terpinggirkan, untuk diberikan motivasi dan semangat dalam mendekatkan diri kepada Allah Swt,” jelas beliau yang merupakan ketua komisi Dakwah MUI Gresik.

Terakhir, beliau juga mengajak kepada para peserta, untuk menggunakan media sosial sebagai media dakwah, “Karena era ini, pengguna medsos semakin banyak, dan dakwah islam harus hadir pula disini,” pungkas beliau. (Ishom/cm)