1.000 Hari Almaghfurlah KH. Robbach Ma’sum, Kiai Farhan Ajak Teladani Akhlaq

0
714
KHIDMAT : Kirim doa Haul ke-3 dan 1.000 hari Almaghfurlah KH. Robbach Ma'sum dihadiri para tokoh dan ulama. (Foto : Zainal/cakrawalamuslim.com)

CAKRAWALA MUSLIM – Dalam memperingati haul ke-3 dan 1.000 hari wafatnya Almaghfurlah KH. Robbach Ma’sum, keluarga besar beliau menggelar kirim do’a, yasin dan tahlil, di kediaman Almagfurlah, Jl. Kalimantan No. 199 GKB Gresik, pada Jum’at malam, (22/9/2023).

Acara tersebut, dihadiri para ulama dan tokoh masyarakat NU Gresik. Nampak hadir Habib Ismail Al-Habsyi, Bupati Gresik H. Fandi Achmad Yani, KH. Umar Thoha, KH. Mohammad Farhan, KH. Mansoer Shodiq, KH. Fathoni Abdussyukur, KH. Chusnan Ali, serta KH. Abdullah Azam.

Mengisi ceramah agama, KH. Mohammad Farhan Rois Syuriah PCNU Gresik mengajak para undangan untuk meneladani akhlaq Almaghfurlah KH. Robbach Ma’sum semasa hidup dan memperjuangkan agama di Gresik.

“Zaman sekarang itu banyak yang kehilangan akhlaq, menghina orang di medsos (media sosial) dianggap perkara biasa, padahal zaman dulu Rosulullah serta Wali Songo itu kalau dakwah dengan santun,” terang Kiai Farhan.

Bagaimana tidak, lanjut Kiai Farhan, atas nama demokrasi sering menghina pemimpin (pemerintah), padahal Allah SWT ketika memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun untuk mendatangi Firaun saja, harus berbicara dengan kata-kata yang lemah lembut.

“Allah berfirman, ”Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, seungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut. Mudah-mudahan ia ingat atau takut” (QS. Thaha/20: 43-44). Lho, kepada Fir’uan saja harus santun, apalagi dengan pemerintah kita yang baik,” lanjut Kiai asal Sidayu Gresik ini.

Kiai Farhan juga mengisahkan, bahwa ingat betul perjuangan semasa hidup Kiai Robbach, yang dulu merupakan Guru di Perguruan Kanjeng Sepuh Sidayu.

“Semasa jadi guru, Kiai Robbach sangat gigih memperjuangkan pendidikan, sampai beliau akhirnya ditunjuk oleh para Kiai Gresik, untuk jadi Bupati Gresik. Istimewanya Kiai Robbach ini, beliau tidak ada rasa takut sedikitpun dalam memperjuangkan agama,” tambah Kiai Farhan.

Sementara itu, Bupati Gresik H. Fandi Achmad Yani dalam sambutannya menyampaikan banyak belajar dari Kiai Robbach, yang merupakan pemimpin teladan. Gus Yani juga berupaya terus untuk birrul walidain, menjadi anak yang selalu mendoakan Almaghfurlah.

“Ini Masjid di Balongpanggang sudah selesai pembangunnannya, setelah ini kita akan sowan Ibu Nyai Hj. Armiyatun, semoga keluarga merestui, agar Masjid tersebut diberi nama Masjid KH. Robbach Ma’sum,” terang Gus Yani, untuk menghargai perjuangan Bupati Gresik 2000-2010 itu. (is/cm)