Catatan Penting Jelang Ijtima’ Sanawi MUI Gresik

0
220
Foto : Suasana harmonis para pimpinan umum dan para ketua komisi MUI Gresik, ketika rapat perumusan menuju Ijtima Sanawi. (Foto : Zainal/cakrawalamuslim.com)

CAKRAWALA MUSLIM – Sebagai perkumpulan Ulama yang punya komitmen untuk terus mengembangkan organisasi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, bakal mengadakan Ijtima’ Sanawi.

Kegiatan yang bakal diadakan di Aula Kantor MUI Gresik, pada Kamis, 1 Februari 2024 mendatang ini, terdapat beberapa catatan penting menuju kegiatan yang mengevaluasi program tahun 2023, dan menyusun program tahun 2024.

Ketua Umum KH Mansoer Shodiq, dalam arahannya menyampaikan bahwa penting melakukan perumusan program terlebih dahulu.

“Agar dalam Ijtima’ Sanawi besok, kita sudah mendapatkan kesamaan sudut pandang, tentang program prioritas yang akan dilaksanakan tahun 2024 ini,” kata Kiai Mansoer, dalam Rapat Perumusan Program, pimpinan umum dan para ketua komisi, di Ruang Rapat MUI Gresik, Sabtu (27/1/2024).

Selanjutnya, Ketua Tim Perumus MUI Gresik Prof Dr H Abdul Chalik, mengatakan bahwa Ijtima Sanawi ini, harus dibayangkan sebagai sebuah pernikahan.

“Maka sebagaimana istimewanya pernikahan, kita harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan maksimal,” kata Ketua MUI Bidang Dakwah dan Media ini.

Masih kata Prof Chalik, ada istilah bagus untuk menggambarkan bagaimana MUI berjalan kedepannya, yaitu ‘Yang Penting, Yang Menarik, To Send, To Deliver’.

“Kadang sebagai orang-orang tua, kita seringkali memaksa untuk bilang ‘Yang Penting‘, padahal belum tentu yang dianggap orang-orang tua itu penting, bisa jadi bagi generasi hari ini, itu tidaklah menarik,” jelas Dekan FISIP Uinsa Surabaya ini.

Maka lanjut Prof Chalik, MUI harus menyasar orang-orang yang masa depannya lebih panjang, bukan sekedar orang-orang yang dalam tanda kutip ‘sudah bau tanah’.

Seringkali lanjut Prof Chalik, kita dalam mengaji dan ceramah, hanya ‘to send‘, tapi tidak pernah berpikir, apakah pesan-pesan kita itu to deliver (tersampaikan) kepada semua kalangan.

“Kalau dalam istilah WhatsApp, jangan sampai pesan dakwah kita, hanya centang satu pada penerima, tapi harus cendang dua, centang biru, sampai mendapat respon berupa jawaban positif dari penerima pesan. Karena tugas MUI bukan sekedar to send, namun harus to deliver,” jelas Prof Chalik.

Lebih lanjut, Prof Chalik bilang, kalau pesan dakwah hari ini, harus dikemas dengan casing semenarik mungkin, karena itu akan sangat menentukan.

“Ambil contoh lagu Merayu Tuhan, karya Kangen Band. Di channel Youtube Kangen Band, viewers hanya 5,1 juta, namun ketika di cover Tri Suaka di channel Youtube-nya, dengan casing yang lebih fresh, viewers mencapai 41 juta,” kata Prof Chalik.

Di sela-sela rapat, Kiai Mansoer menyaut,

“Saat ini, kita seringkali berdakwah pada orang-orang yang sudah baik, namun kita lupa, ada sangat banyak yang belum mau ke Masjid, yang selama ini kita belum sentuh,” pungkas Kiai Mansoer.

Selain Kiai Mansoer dan Prof Chalik, hadir pula dalam rapat Sekretaris Umum H Abdul Munif, Bendahara Umum H Khoirul Anwar, serta para ketua komisi. (is/cm)