Kangen Sekolah, Pelajar SD Tulis Buku Berjudul “Surat Kecil untuk Gus Yani”

0
9

CAKRAWALA MUSLIM – Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai membuat situasi pembelajaran tatap muka tak menentu. Selama dua tahun, lebih banyak dihabiskan dengan sekolah daring untuk menekan penyebaran Covid-19.

Karena sitasi itu, siswi SD Islam Al-Raudlatul Amien Full Day School menulis buku ‘Surat Kecil untuk Gus Yani’. Buku itu ditulis oleh Nasywa Khalilah siswi kelas IV.

Meski masih berusia belia 9 tahun, dia mampu menyelesaikan buku tersebut dalam kurun waktu dua bulan. Di dalam sampul buku itu bergambar Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani sedang berada di depan pintu gerbang sekolah bersama siswa dan siswi SD.

Dalam buku tersebut, berisi tentang kerinduan masuk sekolah. Bertemu dengan teman sebaya di sekolah, mendapatkan ilmu pelajaran di kelas langsung dari guru.

“Sudah kepingin masuk sekolah, ketemu teman, ketemu guru,” ucap Nasywa.

Meskipun dalam acara launching buku tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berhalangan hadir, karena ada agenda mendadak ke luar kota memenuhi undangan presiden Joko Widodo.

Tidak menyurutkan semangat Nasywa. Ditemani Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah yang membawa buku berwarna biru itu ke dalam mobil dinas untuk disampaikan.

“Senang nanti diterima, buku juga dibaca Gus Yani,” kata dia.

Selain melaunching buku ‘Surat Kecil untuk Gus Yani’, pelajar SD IRADA juga membuat buku untuk para tenaga kesehatan berjudul ‘Hadiah untuk Tenaga Kesehatan’.

Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah menyebut buku yang dihasilkan para pelajar yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain. Meningkatkan literasi pelajar di tingkat sekolah dasar.

“Bisa belajar dengan bimbingan orang tua. Karya terbaik menulis sebuah buku inysa allah ini bisa ditularkan sekolah lain. Semoga program literasi di Indonesia, seperti membaca buku,menulis buku juga ada di tempat lain, bukan satu dua anak tapi seluruh anak di SD Irada berprestasi,” paparnya.

Kepala Sekolah SD Irada, Shobirin mengatakan digalakkan literasi sebagai menggelorakan semangat literasi, meskipun pandemi tidak boleh berhenti membina anak terutama menulis.

“Dalam proses belajar karya terbesar menulis. Kita sudah didik sejak dini karya besarnya dalam sebuah tulisan. Sejak kelas satu didampingi ustadzahnya. Selama dua sampai tiga bulan kita berikan kesempatan agak panjang, seluas-luasnya sambil berkonsultasi dengan ustadzah,” terangnya.

Dalam karya tulis buku yang ditulis oleh Nasywa itu berisikan sebuah doa untuk Kabupaten Gresik, semua tenaga kesehatan. Pemerintah Kabupaten Gresik diberi kekuatan tetap konsisten penanganan pandemi Covid-19.

“Dalam menanggulangi pandemi harapan agar pandemi berakhir dan segera pendidikan tatap muka, bertemu di sekolah,” tutupnya. (sah)