CAKRAWALA MUSLIM – Sebagai Kader Da’iyah, penting menguasai ilmu public speaking, karena akan menghadapi berbagai macam karakter ketika menyampaikan dakwah.
Maka dari itu, public speaking menjadi salah satu materi dalam Pelatihan Kader Da’iyah MUI Gresik, dengan narasumber Dr Hj Yuliastutik, Presenter TV9, di Aula Kantor MUI Gresik, Sabtu (20/7/2024).
“Menurut catatan sejarah, istilah public speaking pada mulanya diartikan oleh para ahli retorika sebagai kemampuan atau seni berbicara. Istilah ini telah berkembang sejak abad sebelum masehi. Saat itu, istilah public speaking identik dengan pidato,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa bagi seorang Da’iyah, kemampuan public speaking yang baik sangat diperlukan, karena akan berhadapan dengan masyarakat.
“Secara singkat, tujuan public speaking adalah, menyampaikan informasi, memberikan pengaruh, memberikan motivasi, dan penyampaian pendapat,” terang Yulia Kamila.
Menyampaikan informasi akan lebih diterima, kata Yulia, apabila sesuai dengan harapan audien, juga usahakan memberi materi itu tidak terlalu lama, karena tingkat konsentrasi audien itu tidak sama, maka penting untuk mengetahui psikologi massa.
“Ada peribahasa, ‘jauh dekat sama’, maksudnya, berbicara 15 atau 30 menit itu sama, asalkan poin pentingnya tersampaikan, dan sesuai dengan kondisi audien,” jelas Presenter TV9 ini.
Kemudian, Aisyah, peserta dari MUI Kecamatan Tambak, menanyakan bagaimana jika ketika kita menyampaikan ceramah, ada audien yang celetukan.
“Jadi pendakwah itu, harus diingat, harus memiliki sense of humor, itu penting dibutuhkan saat kita mengalami kevacuman diatas panggung, atau ketika ada yang celetukan. Jika kita tidak punya humor, maka jadinya kita sensi atau emosi,” jelasnya, disambut tawa oleh peserta.
Yang sering terjadi juga, lanjutnya, adalah lupa materi ditengah-tengah ceramah, maka yang bisa dilakukan adalah dengan mengajak interaksi audien.
“Kalau seperti itu, jamaah bisa diajak untuk sholawatan, satu kita dapat syafaatnya, kedua ada waktu untuk mengingat-ingat materi kita,” jelasnya.
Istri Kepala Kemenag Gresik Dr H Moh Ersat ini, juga menekankan agar para peserta tidak malu ketika di lingkungannya.
“Kalau sebagai Kader Da’iyah kita nunggi diundang, ya tidak akan ada, kita harus menciptakan potensi dan peluang, serta jemput bola. Maka jika ada tetangga ada yang mencari Da’iyah, Anda semua tidak boleh malu, dan harus maju,” pungkasnya.
Selama materi, peserta nampak semangat, karena pembawaan Dr Yulia yang juga energik, dan pasca materi, peserta melakukan foto bersama. (is/cm)