MUI Gresik Tekankan Pentingnya Kelola Aset bagi MUI Duduk Sampeyan

0
105
Para pimpinan MUI Kabupatan Gresik dan MUI Kecamatan Duduk Sampeyan tampak serius dalam kegiatan penguatan kelembagaan MUI.

CAKRAWALA MUSLIM – Demi menjalankan kerja organisasi yang maksimal dan sesuai tugasnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Duduk Sampeyan melakukan kordinasi dan konsolidasi.

Dalam acara yang berfokus pada penguatan kelembagaan tersebut, MUI Duduk Sampeyan mendatangkan Wakil Ketua Umum MUI Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib, serta Sekretaris Umum KH. Abdul Munif, di Aula Kantor Kecamatan Duduk Sampeyan, pada Sabtu, (17/6/2023).

Dalam sambutannya, Ketua MUI Duduk Sampeyan KH. Ach. Qusairi berharap, agar ilmu yang di dapatkan nantinya, bisa di terapkan dalam menjalankan tugas kepengurusan kedepan.

“Mudah-mudahan, berkumpulnya puluhan pengurus MUI Duduk Sampeyan disini, dengan tujuan keagamaan dan kebangsaan, bisa menghasilkan maslahah bagi umat,” terang Beliau.

Hadir pula Sekretaris Kecamatan Duduk Sampeyan Ahmad Haris Fahman, yang membuka acara pada siang ini. Beliau juga menyampaikan terimakasih atas keaktifan MUI Duduk Sampeyan dalam mendukung kerja pemerintahan.

“Mudah-mudahan di berikan kelancaran dan menghasilkan hal-hal yang terbaik, dan tentunya kemanfaatan yang terbaik untuk masyarakat Duduk Sampeyan,” tambahnya.

Sementara itu, KH. Abdul Munif yang menjadi pemateri dalam penguatan kelembagaan, menyampaikan bahwa aset utama yang di miliki MUI adalah Ulama’ dan Umara’.

“Ini sesuai hadits Nabi, yang intinya bahwa kebaikan dan kejelekan manusia, tergantung dua golongan, yaitu ulama’ dan umara’, jika keduanya baik, maka rakyat akan baik,” terang Beliau dengan semangat.

Jadi lanjut Beliau, MUI sebagai mitra bagi pemerintah ini jangan sampai di tinggalkan, bahkan harus terus di rawat, karena keduanya saling membutuhkan.

“Tinggal nantinya, aset yang kita miliki, utamanya para ulama’ dan pemerintah ini, silahkan di rangkai menjadi program yang manfaat bagi umat Islam,” jelas Sekretaris Umum MUI Gresik itu.

Kemudian KH. Ainur Rofiq Thoyyib, menjelaskan pula, bahwa tugas penting MUI adalah meredam gejolak yang ada di umat Islam, jadi sebisa mungkin kemungkinan konflik antar umat itu bisa di cegah oleh tokoh agama.

“Karena rohmat Allah Swt tidak akan turun kepada sebuah umat, jika saling memutuskan hubungan di antara mereka, maka penting menjaga hubungan umat tetap harmonis melalui MUI,” jelas Kyai Rofiq.

Perbedaan yang terjadi, lanjut Beliau, adalah hal-hal yang wajar, terutama dalam furuiyyah, maka tugas para Ulama di MUI adalah mengajak umat untuk saling menghormati. (is/cm)