
CAKRAWALA MUSLIM – Warga Dusun Sumber, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, menggelar sedekah bumi dan doa bersama saat Rabo Wekasan, di Halaman Telaga Kompleks Masjid Agung Gresik, Rabu (20/8/2025).
Rangkaian kegiatan dimulai sejak Selasa dengan khataman Al-Qur’an. Pada Rabu pagi, warga melaksanakan selamatan bersama, dilanjutkan dengan doa bersama dan mauidhotul hasanah atau pengajian. Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun di Dusun Sumber, dan dilaksanakan pada Rabu terakhir bulan Safar, atau biasa disebut Rabo Wekasan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib menyampaikan bahwa, kegiatan ini adalah warisan para leluhur.
“Acara Rabo Wekasan ini, merupakan warisan leluhur kita. Jadi masyarakat sini dari dulu ada sedekah bumi, sebagai rasa syukur atas kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah, terutama terkait dengan berkah ekonomi dan kesuburan tanah. Bentuk rasa syukurnya dengan mengeluarkan sedekah dan selamatan, kemudian doa bersama untuk keselamatan,” terangnya.
Lebih lanjut, terkait dengan Rabo Wekasan, Kiai Rofiq juga menjelaskan bahwa ini dalam rangka mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat.
“Ada ulama yang mengatakan bahwa Rabo terakhir bulan Safar ini pernah melihat 313 bala. Sehingga untuk mengantisipasi hal itu, diadakanlah wiridan dan doa-doa. Yang penting adalah intinya sama untuk menolak daripada macam-macam marah bahaya,” kata Kiai Rofiq.
Melalui doa-doa dan sedekah yang ditunaikan oleh masyarakat ini, terutama saat Rabo Wekasan, bisa menjadi lantaran untuk keamanan daerah beserta masyarakatnya.
“Semoga dengan sedekah bumi yang dilaksanakan oleh warga Sumber sejak zaman nenek moyang dulu, menjadi lantaran keberkahan masyarakat Sumber dan Gresik secara umum, dan kita semua selamat dari segalam macam marabahaya,” pungkas Kiai Rofiq.
Sementara itu, H. Sunarto Ajilanoto, M.Pd, Dosen Universitas Qomaruddin, dalam mauidhoh hasanahnya, menyampaikan pentingnya terus melestarikan budaya terdahulu kita.
“Zaman dulu, Nabi pernah berjalan dengan para Sahabat. Ketika melewati sebuah pohon disuatu wilayah, Nabi dan Sahabat menunduk karena takut pohon tersebut mengenai kepala. Sampai sekarang, meskipun pohon itu sudah tidak ada, orang-orang disana menundukkan kepala setiap melewati wilayah tersebut, dan menjadi adat istiadat,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Sukoyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini memang selalu diadakan tiap tahun oleh masyarakat Dusun Sumber.
“Setiap tahun saat rabu akhir bulan safar, warga Dusun Sumber Desa Kembangan, mengadakan kegiatan ini, digabung dengan sedekah bumi dusun sumber, acara seperti ini sudah turun temurun,” ujarnya.
Kegiatan ini, kata Sukoyo, merupakan bentuk rasa syukur masyarakat, atas keamanan dan keberkahan tanah di Dusun Sumber ini.
“Kegiatan dimulai sejak hari selasa dengan khataman qur’an, kemudian pada hari ini, diadakan selamatan warga, disusul acara mauidhotul hasanah atau pengajian dan doa bersama. Sedekah bumi ini sebagai bentuk rasa syukur kami sebagai warga dusun Sumber, sekaligus ngaji dan tahlil dalam rangka tolak bala di Rabo Wekasan,” pungkasnya. (is/cm)