Mahasiswa Afghanistan Kunjungi MUI Gresik, Ingin Belajar Kerukunan Islam di Indonesia

0
5
Foto: Ketua Umum MUI Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib dan Sekretaris Umum Makmun, M.Ag, saat menemui mahasiswa internasional asal Afghanistan (dua dari kiri). (Zainal/cakrawalamuslim)

CAKRAWALA MUSLIM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik menerima kunjungan mahasiswa internasional asal Afghanistan yang berkuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, pada Jumat (21/3/2025).

Dalam kunjungan ke Kantor MUI Gresik ini, mahasiswa tersebut diterima langsung oleh Ketua Umum KH. Ainur Rofiq Thoyyib serta Sekretaris Umum Makmun, M.Ag.

Secara khusus, Baburi, mahasiswa asal Afghanistan tersebut, menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari perkembangan Islam di Indonesia, terutama mengenai peran MUI dalam menjaga harmoni dan hubungan antara umat Islam dengan pemerintah.

Kiai Rofiq menjelaskan bahwa MUI memiliki peran strategis dalam menjaga hubungan antara umat Islam dan pemerintah.

“Keberadaan MUI berperan sebagai jembatan antara umat dan pemerintah dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia,” ujar Kiai Rofiq.

Menurutnya, MUI berperan dalam memberikan pandangan keagamaan kepada pemerintah serta membangun sinergi dengan berbagai ormas Islam agar kehidupan masyarakat tetap aman dan damai.

“Ukhuwah wathaniyah atau ikatan kebangsaan itu penting. Jika kita lahir di sebuah negara, maka kita harus bersama-sama mendorong kemajuan negara tersebut dalam berbagai bidang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kiai Rofiq menjelaskan bahwa di Indonesia, perbedaan pendapat antar ulama merupakan hal yang wajar dan selalu dapat dicarikan solusi bersama, salah satunya melalui peran MUI sebagai wadah koordinasi.

Sementara itu, Baburi, mahasiswa asal Afghanistan, mengungkapkan kekagumannya terhadap kehidupan beragama di Indonesia.

“Saya terkesan dengan banyaknya masjid di Indonesia, yang memudahkan umat Islam untuk beribadah, berbeda dengan Afghanistan, di mana jumlah masjid lebih sedikit,” ujar mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, FISIP UINSA ini.

Kedepan, lanjutnya, ia tertarik untuk lebih dalam lagi belajar tentang kerukunan antar umat Islam di Indonesia.

“Semoga selama saya di Indonesia, saya bisa lebih banyak belajar tentang Islam Indonesia, sebagai bekal kalau saya pulang ke negara saya kelak,” katanya.

Menutup pertemuan, Makmun, M.Ag., Sekretaris Umum MUI Gresik, menyampaikan bahwa pihaknya sangat terbuka diajak menemani belajar bersama tentang Islam di Indonesia.

“MUI Gresik terbuka, kalau Baburi atau mahasiswa internasional lain ingin lebih dalam mempelajari kehidupan Islam di Indonesia, kami siap untuk jadi fasilitator,” ungkap Sekum. (is/cm)