Ini Wajah Finalis Festival Da’i MUI Gresik yang Akan Live di TV 9

0
114

CAKRAWALA MUSLIM – Audisi festival da’i milenial yang digelar Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) Gresik sudah usai. Dari 15 peserta lomba da’i menyisihkan 6 peserta sebagai finalis. Ke enam peserta ini nantinya akan unjuk gigi di studio TV9 pada tanggal 30 Oktober nanti.

Adapun 6 Finalis Festival Da’i Milenial, itu antara lain.

1. Muhammad Zaiyinul Aalimil, Kelahiran Kediri, utusan Universitas Negeri Malang. Tema pidato berkaitan Kebangsaan

2. Fathul Ikhsan, warga Kalibaru, Banyuwangi. Tema pidato “Santri Untuk Negeri”. Utusan dari kanpus IAID Darusalam.

3. Mitakhul Firman Ferdiansyah Efendi, warga Wadeng Sidayu Gresik. Utusan dari Universitas Negeri Malang. Tema pidato berkaitan, “Menumbuhkan rasa nasionalisme untuk Mencintai Tanah Air”.

4. Farida Ariani, warga Cerme Gresik, utusan dari kampus Al-Azhar University Cairo. Tema pidato “Peran santri membangun negeri, dengan prespektif Al-Qur’an”.

5. Syaiful aris dan Mahdin, warga Tambak Beras Jombang, utusan Ponpes Bahrul Ulum Jombang. Tema pidato berkaitan “Mualid nabi sebagai tempat cinta terhadap nabi”.

6. Ainul Hariroh, warga Sangkapura Bawean. Utusan dari PC Fatayat Bawean. Tema pidato berkaitan “Kebangsaan”.

Ketua Juri Festival Da’i Dr Abdul Chalik mengatakan, keputusan dewan juri dianggap sudah final. Menurutnya ke enam peserta dianggap mumpuni dalam hal menyampaikan pidato dan berdakwah.

Dijelaskan kegiatan lomba da’i ini sebelumnya dikuti oleh 37 peserta yang tersebar di beberapa kota dan kabupaten seluruh Jawa Timur. Namun dari 37 peserta tersebut, terseleksi menjadi 15 peserta yang diundang dalam audisi langsung.

“Selanjutnya dari audisi itu akan memunculkan 6 peserta sebagai finalis yang akan kita undang dalam audisi di studio di TV9 dan disiarkan secara live,” bebernya.

Dalam penilaian, juri akan fokus dalam materi yang disampaikan, seperti aktualisasi, kedalaman materi, fasih mengucapkan qur’an dan hadist. Selanjutnya, penguasaan alur, komunikatif kepada audiens, dengan tepat memakai bahasa tubuh. (sah)