
CAKRAWALA MUSLIM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik melalui Komisi Pemberdayaan Perempuan, Anak, dan Keluarga menggelar rapat koordinasi dalam rangka mematangkan konsep Program Pembentukan Kader Keluarga Bahagia Nir-Kekerasan.
Dalam rapat yang berlangsung di Kantor MUI Gresik, Selasa (26/8/2025), Sekretaris Umum MUI Gresik, Makmun, M.Ag, menyampaikan bahwa seluruh komisi, termasuk Komisi Pemberdayaan Perempuan, Anak, dan Keluarga, diharapkan mampu fokus pada visi besar MUI Gresik, yaitu mewujudkan organisasi rujukan dalam pelayanan umat.
“Kami memberikan apresiasi atas ide dan gagasan Komisi Perempuan, Anak, dan Keluarga dalam mencanangkan pembentukan kader keluarga bahagia,” kata Sekretaris Umum.
MUI Gresik, lanjutnya, memandang, keluarga bahagia tidak cukup hanya pada tataran konsep, tetapi harus digerakkan ke seluruh elemen dengan melibatkan para pemangku kepentingan.
“Harapannya, program ini bisa menjadi jawaban atas kegelisahan banyak pihak atas munculnya ragam kekerasan dalam rumah tangga, meskipun secara kasat mata sudah dianggap bahagia,” ujar Sekretaris Umum.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan, Anak, dan Keluarga MUI Gresik, Hj. Endang Herawaty, S.Psi., menjelaskan bahwa program ini bertujuan menyiapkan kader terlatih untuk mensosialisasikan serta menggerakkan keluarga menuju rumah tangga yang bahagia dan nir-kekerasan.
“Tahap awal, kami akan menyiapkan konsep dan desain sebagai panduan dalam mencetak kader keluarga bahagia nir-kekerasan,” ujar Hj. Endang.
Selain itu, kata Hj. Endang, Komisi Perempuan, Anak dan Keluarga juga akan menyiapkan modul pelatihan.
“Kita juga akan menggelar FGD (Forum Group Discussion) pada September 2025, dengan menghadirkan para pakar, agar program ini semakin matang,” pungkasnya.
Dalam rapat tersebut turut hadir Wakil Ketua Komisi Perempuan Hj. Salbiyah, S.Ag., serta Bendahara Hj. Tulus Ujiati, M.Pd.I. (is/cm)