CAKRAWALA MUSLIM – Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Polres Gresik, Kamis (14/8/2025), berlangsung khidmat dengan doa bersama lintas agama. Acara yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh lintas ormas Islam ini menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan ulama demi kesejahteraan rakyat Gresik.
Bertempat di Mapolres Gresik, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 214, kegiatan ini dihadiri juga oleh Ketua MUI Kecamatan, Ketua MWC NU, Kapolsek, dan Danramil se-Kabupaten Gresik.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik, dr. H. Asluchul Alif, M.Kes., mengapresiasi langkah Polres Gresik menginisiasi doa bersama lintas agama sebagai bagian dari peringatan kemerdekaan.
“Alhamdulillah, Polres Gresik bisa mengadakan doa bersama lintas agama dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI,” ujarnya.
Wabup menegaskan visi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk menyejahterakan masyarakat. Ia meminta dukungan para tokoh masyarakat dan kiai dalam program-program pemerintah, seperti Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, serta Ketahanan Pangan.
“Terima kasih kepada Kapolres Gresik, yang membantu kami untuk program ketahanan pangan, dengan pelaksanaan gerakan pangan murah, ada 17 titik penjualan bahan pokok murah di 16 Polsek, dan 1 sistem mobile,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam Tausyiyah kebangsaannya, KH. Ainur Rofiq Thoyyib, Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, mengibaratkan Indonesia sebagai kapal induk super canggih, yang kokoh menghadapi ombak besar karena adanya sinergi yang baik antara pemimpin dan ulama.
“Sinergi itu sudah ada sejak sebelum kemerdekaan. Saat Bung Karno akan memproklamirkan kemerdekaan, terlebih dahulu meminta pertimbangan para Kiai, yaitu Kiai Musa, Kiai Hasyim Asy’ari (NU) dan Kiai Abdoel Moekti (Muhammadiyah),” tutur Kiai Rofiq.
Dan semua tokoh itu, lanjut Kiai Rofiq, sepakat untuk Indonesia merdeka, agar menjadi negara yang berdaulat dan kuat.
“Apa hikmahnya? Bahwa untuk membangun negara ini, para pemimpin bangsa jangan sampai lupa berkonsultasi dengan para Kiai dan para tokoh dalam berbagai urusan, sebagaimana yang dilakukan oleh para pendiri bangsa,” begitu pesan Kiai Rofiq. (is/cm)