CAKRAWALA MUSLIM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur meluncurkan Program Pendidikan Kader Ulama (PKU) berbasis kesarjanaan, sebuah inisiatif pertama di Indonesia yang bertujuan mencetak ulama masa depan yang kompeten dalam menghadapi kompleksitas persoalan hidup akibat percepatan perubahan sosial dan teknologi.
Peluncuran program itu, dilakukan pada Jumat (21/3/2025), dalam acara buka bersama MUI dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, dengan tema “Memenangi Masa Depan Ulama melalui Program Pendidikan Kader Ulama”, di Auditorium Lantai 5, Gedung MUI Jatim, Surabaya.
Ketua Umum MUI Jatim, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, menekankan bahwa kebutuhan pendampingan ulama semakin meningkat seiring dengan perkembangan zaman.
“Untuk menyukseskan program ini, MUI Jatim menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti LPPD dalam bidang pendidikan dan BAZNAS untuk mendukung ekonomi syariah,” ujarnya.
Program PKU MUI Jatim ini, merupakan PKU pertama di Indonesia dengan sistem pendidikan kesarjanaan. Selama ini, PKU yang ada hanya berupa pelatihan dalam jangka waktu tertentu. Nantinya, setiap MUI kabupaten/kota di Jawa Timur dapat mengirimkan dua kader terbaiknya untuk mengikuti program ini.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak, mengapresiasi langkah MUI Jatim dalam mencetak kader ulama dan memperkuat ekosistem halal. Ia menyoroti pentingnya pengawasan terhadap Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) agar produk halal benar-benar terjamin.
“Kehalalan RPH dan RPU memang perlu supervisi lebih ketat. Di pasar, sering kali tempat pemotongan unggas belum memenuhi syarat teknis sehingga sertifikat halal tidak bisa diterbitkan,” ujarnya.
Emil juga menekankan pentingnya sinergi antara MUI dan pemerintah daerah dalam mendukung program-program strategis keagamaan, termasuk di tingkat kabupaten/kota.
“Jika ingin keberkahan di daerahnya, mari kita dukung MUI sebaik mungkin,” tambahnya.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, MUI Jatim berharap program-program strategis ini dapat memperkuat peran ulama dalam mendampingi umat, sekaligus memastikan keberlanjutan kaderisasi ulama yang berkualitas di Jawa Timur. (is/cm)