Penutupan Festival Keagamaan Meriah, Pimpinan MUI dan Baznas Gresik Siap Jadikan Agenda Rutin

0
148
Para santri yang dinobatkan sebagai juara dalam festival keagamaan di pesantren at-taubah rutan Gresik menerima penghargaan dari MUI Kabupaten Gresik

CAKRAWALA MUSLIM – Setalah berlangsung selama seminggu lebih, akhirnya Festival Keagamaan Pesantren at-Taubah Rutan Kelas IIB Gresik, di tutup dengan meriah pada Rabu, (7/12/2022).

Pada kesempatan tersebut, Ketua MUI KH. M. Mansoer Shoddiq dan Ketua Baznas Gresik KH. Muhammad Mujib sepakat untuk menjadikan kegiatan ini menjadi agenda rutin.

“Minimal Festival Keagamaan ini harus menjadi agenda tahunan di Pesantren at-Taubah, karena kami melihat semangat para santri dalam mengikuti kegiatan keagamaan ini,” ungkap KH. M. Mansoer Shoddiq.

Ketua MUI Gresik tersebut menambahkan, kalau ia mengapresiasi tinggi kepada para santri, terutama yang baru belajar agama.

“Kegiatan ini adalah ikhtiar kita, agar para santri bisa memanfaatkan waktu, dengan di isi belajar agama untuk bekal kehidupan dunia dan akhirat kelak,” tambah Kyai Mansoer.

Sementara itu, Ketua Baznas Gresik KH. Muhammad Mujib mengungkapkan dalam sambutannya, kalau Baznas akan selalu mensupport kegiatan Pesantren at-Taubah di Rutan Gresik ini.

“Kelau perlu kita akan adakan rapat kordinasi tiap tiga bulan sekali dengan MUI Gresik dan Rutan Gresik, agar perhatian kepada para santri di sini bisa maksimal,” jelasnya.

Kemudian, Kepala Rutan Gresik Aris Sakuriyadi mengucapkan terimakasih sedalam-dalamnya kepada MUI Gresik dan Baznas Gresik, yang telah mendukung penuh pembinaan kepada para warga binaan.

“Sebelum adanya lomba ini, kami para petugas melihat banyak warga binaan yang murung, tapi sejak adanya lomba ini, para warga binaan terlihat ‘sumringah’,” ujarnya

Ia melanjutkan, bahwa ada peserta yang berbisik kepadanya pula, kalau bisa lomba di adakan tiap bulan. “Karena kalau warga binaan terlihat bahagia itu petugas Rutan juga senang, tapi jika para warga binaan murung, kami petugas Rutan yang was-was,” jelasnya, yang kemudian di sambut gelak tawa oleh para santri. (is/cm)