Menikmati Ojol Di Usia Tua

1080
3253
"Saya sangat mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada saya, yang penting pekerjaan saya halal"

Tak sedikit teman-teman yang sudah berusia lanjut tak tahu apa yang harus dikerjakan. Ada yang hidup berduaan dengan istrinya di rumah, ada yang selalu berinteraksi dengan teman-teman kerjanya, ada juga yang menetapkan hatinya mengurus organisasi sosial. Namun ada juga yang masih berjuang mencari rizki, meskipun anak anaknya sudah lulus sarjana semuanya.

Kamis (28/2) pagi tadi tidak diduga, di sebuah warung kopi, tiba tiba ada seorang sepuh duduk di samping saya. Mulutnya tidak berucap apa-apa hanya jaket hijau yang kusam bertuliskan Go-Jek memberitahukan bahwa orang tua ini adalah pasukan ojol.
Awalnya saling mendiamkan, tapi akhirnya saling sapa, karena pada tahun 1990-an dia adalah PNS bagian Humas, sementara saya adalah wartawan yang sering mencari info di gudang informasi ini.

”Ya, sekarang saya harus seperti ini. Saya sudah pensiun th 2003 begitu pula istri saya,” kata Hendro Purnomo. ”Ketiga anak saya sudah lulus kuliah semuanya, tetapi saya sampai sekarang harus berburu rizki bersama anak saya dan anak-anak muda lainnya di ojek online ini,” tambahnya.

Mencari pekerjaan di usia tua tidak gampang, karena di usia muda saja juga sulit mencari pekerjaan. ”Meskipun istri pernah jadi pejabat tetap saja tidak bisa memasukkan anak-anak menjadi PNS,” jelasnya.

Tim kami sesaat setalah ngobrol panjang lebar denga bapak Hendro Purnomo, pensiunan PNS Gresik

Menjadi ojol bagi lelaki berusia 67 tahun ini pilihan tepat. Setiap hari tidak kurang dari 75 KM ditempuh untuk berburu rupiah, bahkan anaknya yg ketiga bisa lebih dari itu,”Kalau anak saya ini satu hari bisa dapat sampai satu juta rupiah, karena wilayah jelajahnya Gresik sampai Surabaya. Pagi setelah Subuh berangkat pulang tengah malam,” tuturnya.
Meski tua, pak Hendro Purnomo seorang olah ragawan, tubuhnya masih fit, belum ada penyakit yang hinggap di tubuhnya. Profesi Ojol tidak membuatnya risih, malu atau sungkan jika mengangkut PNS ke kantor megah, tempatnya dulu mengabdi.
”Meskipun sekarang setiap hari berteman dengan angin, hujan, panas dan trotoar serta pohon tempat berteduh, saya tetap menikmati hidup ini. Banyak hal yang mengharuskan saya untuk belajar bersyukur,” ujarnya.

Nikmat Allah bertebaran di alam semesta ini. ”Anak-anak muda tidak usah berputus asa, karena yang sudah balong tua saja masih diberi nikmat, mengapa yang muda harus berdiam diri menunggu dan menunggu sesuatu yang tidak perlu ditunggu ,” ucapnya.*** NF

Comments are closed.