Perjanjian Perdamaian Camp David dan inspirasi Kiai Mahfudz Shobari

272
591
KH. Mahfudz Shobari, Pengasuh Pondo Pesantren Riyadlul Jannah Pacet Mojokerto sedang memberikan Materi kepada Peserta Pelatihan dari MUI Kabupaten Gresik

Pondok pesantren cetak santri menguasai ilmu agama? Itu sudah jamak didengar, dilihat dan dibaca dalam banyak literatur. Tetapi pesantren yang cetak santri yang menguasai bisnis bisa mengunjungi ke ponpes Riyadlul Jannah, Pacet, Mojokerto.

Dua hari, Jumat-Sabtu, 12-13 Oktober 2018 Pengurus MUI Gresik bersama 43 pengusaha UMKM asal Gresik sinau tetntang, agama dan bisnis di pesantren yg diasuh KH Mahfudz Shobari ini. Pesantren didirikan untuk mandiri , untuk memberi bukan untuk meminta, bukan untuk menerima. Dan akhirnya kini pesantren Riyadlul Jannah menjadi pesantren yang memiliki puluhan unit usaha yang dikelola dengan syar’i.

Tiga sektor kebutuhan primer manusia sandang, pangan dan papan digarap menjadi unit usaha yang meraksasa. Usaha propertinya yang dikembangkan tanpa bunga, tanpa bank, tanpa denda, tanpa sita kini menjadi unit usaha yang tidak saja menjadi menguntungkan bisnis pesantren, tetapi juga bagi umat.
Dalam bidang pangan, pesantren juga mengembangkan rumah makan yg menggunakan dana masyarakat yang sepakat membangun bisnis berbasis syar’i. Rumah makannya sudah dibuka di 28 cabang yang dipimpin seorang mantan top menejer rumah makan raksasa dari Amerika.
Dalam bidang sandang, pesantren ini juga mengembangkan bisnis sandang yang sudah menguasai pasar-pasar tradisional dan pasar modern di Indonesia.
Dengan kekuatan yang berdiri di atas kaki sendiri itu, ponpes bertekad menghindari bantuan dari pemerintah. Kiai tidak ingin menjadi kiai proposal atau pondok proposal. Semua Mahasiswa yang kuliah di perguruan tingginya bebas dari segala biaya kuliah maupun livingcost.
Adapun syarat menjadi mahasiswanya cukup sederhana, yaitu, pertama tidak boleh jadi buruh setelah lulus, tidak boleh tidur pagi, tidak boleh menerima uang dari orang tua, tidak boleh pegang hp dan kelak harus pulang ke daerahnya masing masing.

Para Peserta setelah mengikuti Pelatihan Kemampuan Berekonomi Syariah yang diasuh oleh KH. Mahfudz Shobari selaku Pengasuh PP> Riyadlul Jannah Pacet Mojokertto

Menurut KH Mahfudz Shobari, pesantren ini dikembangkan saat dirinya mondok di Sayid Maliki, Makah. Pada saat di Makah ada berita perjanjian Camp David (maaf kalau salah ketik) antra Israel-Mesir yg dimediatori presiden amerika. Seusai perjanjian pimpinan Universitas Al-Azhar memanggil pemerintah presiden Mesir ditanyai mengapa tidak berani melawan Israel. Kalau pemerintah tidak memiliki dana utk melawan Israel, universutas Al-Azhar yang akan membiayainya.
Dari dialog itulah, Kiai Mahfudz di depan Ka’bah memohon kepada Allah bisa mendirikan lembaga pendidikan yang mandiri. Dengan berpegang teguh pada tiga prinsip Daya, Data, dan Dana jadilah pesantren yang mendidik santrinya yang memahami ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu bisnis.”Tantangan umat Islam terutama bidang kemiskinan.
Untuk itulah pondok ini didirikan bukan mencetak santrinya menjadi buruh, peminta dan penerima sumbangan. Mereka harus menjadi juragan, memimpin usaha yg bermanfaat untuk umat. “Kami mampu menyetor pajak ratusan juta dari usaha pondok ini. Maka apalagi yang ditunggu kalau tidak menggerakkan daya, data dan dana umat Islam untuk bisa menyelesaikan persoalan bangsa,” tutur pak Kiai inspiratif ini. NF

Comments are closed.