KPU Jatim Sosialisasi Pilgub Di Desa Sukorejo Gresik

480
998

Cakrawalamuslim.com| GRESIK – Sekretaris KPU Propinsi Jatim HM E Kawima SH. MSi, Dosen dan peneluti dari Fisip UIN Sunan Ampel Surabaya Dr Abdul Chalik, dan Pemangku Ponpes Qomarudin Bungah yang sekaligus ketua RMI Gresik M Ala’uddin Lc. M.Sei berturut turut menyampaikan paparan dalam “Ngaji Bareng” di balai desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Sabtu malam (3/3).

Sekretaris KPU Propinsi Jawa Timur mengatakan bahwa pemilu itu harus dilakukan dan masyarakat mesti ikut menyambut dan sekalugus mengikuti dengan antusias,” Semua warga Propinsi Jawa Timur mesti ikut berpartisipasi dalam pilgub Juni mendatang, dengan menyempatkan 5 menit memberikan suara di TPS maka menentukan masa depan Jawa Timur mendatang, ” jelas HM E Kawima SH. MSi di depan warga desa Sukorejo.

Ketua RMI Gresik yang juga sekaligus pemangku ponpes Qomaruddin Bungah memaparkan pemilu dari sudut pandang agama Islam,” Jamannya Kanjeng Nabi Muhammad belum ada pemilu, dan kalau kita mengikuti pemilu itu hukumnya ” fardu kifayah” artinya setelah memilih maka gugur kewajiban kita, dan dalam mengambil hukum kita mesti mengikuti tahapan mulai Al Quran, Hadis, Ijma’ , Qiyas, dan apabila masih tidak terdapat pada ke 4 tersebut, maka ijtihad yang menjadi pilihan terakhir,” terangnya.

Sementara, peneliti senior Fisip UIN Sunan Ampel Surabaya menjelaskan bahwa selain menfikuti oemiku dengan aktif,” Pemilu juga harus diawasi, baik pengawas pemilu yang telah dilembagakan maupun berupa partisipasi masyarakat dengan mengawasi panitia pemilu baik di KPU maupun di panwas apa sudah netral atau malah sekaligus bertindak sebagai tim sukses salah satu calon, kalau tahu kayak begini, laporkan saja pada DKPP,” tegas Chalik ber api api. ( ali)

Teks : salah satu nara sumber saat memberikan paparan. (foto:ist)

Comments are closed.