Markaz Baitul Musa’adah (MBM) Suci kunjungi Pesantren At-Taubah

760
1750

Selain sebagai sebuah perintah yang harus dilakukan oleh setiap orang Islam, silaturahmi juga bisa memperlebar pintu-pintu Rizki. Tindakan silaturahmi juga bisa membuka pintu-pintu langit yang terkunci.

 Jum’at, 19 Mei 2017, para santri di Pesantren At-Taubah (Rutan Gresik) mendapatkan kunjungan dari Lembaga MBM (Markaz Baitul Musa’adah), sebuah lembaga yang dibentuk keluarga besar pesantren Mambaus Solihin Suci Manyar Gresik. Acara kunjungan itu bersamaan dengan acara istighotsah rutin bulanan yang digelar di Masjid LAPAS Banjarsari, Cerme, Gresik.
 Kehadiran MBM yg berkantor di Ponpes Mambaus Sholihin, Suci, Gresik tersebut dalam rangka silaturrahim sekaligus memberikan bingkisan kepada para santri yang aktif mengikuti kegiatan keagamaan di Pesantren At-Taubah. Tampak ratusan santri yang melafalkan kalimat-kalimat thayyibah selama acara berlangsung menjadikan suasana  sangat khidmat di sore itu.
 Beberapa tokoh MUI KAB. Gresik yang merupakan Penasihat dan Pengasuh Ponpes At-Taubah juga hadir pada kesempatan itu, diantaranya Drs. KH. Mansoer Shodiq, Drs. KH. Abdul Munif, H. Suwandi dan Makmun, M.Th.I.
 Dalam sambutannya, KH. Mansoer Shodiq mengungkapkan kebahagiaannya saat melihat perkembangan pembelajaran di Pesantren At-Taubah. “Alhamdulillaah, saya bahagia melihat progres disini, diantaranya saya baca laporan terkait setoran hafalan para santri di bidang tahfidz yang terus bertambah”.
 KH Mansoer Shodiq melanjutkan, hal tersebut menunjukkan betapa be rmanfaat keberadaan pesantren At-Taubah, terlebih dalam mendampingi para santri untuk memperdalam ilmu dan pengamalan ajaran agama mereka.
 Rencananya, acara itu juga dihadiri oleh pengasuh pondok pesantren Mambaus Sholihin, KH. Masbuchin Faqih.  Namun ulama lulusan pondok pesantren Gontor, Langitan dan Surabaya itu tidak bisa ikut hadir karena adanya  musibah yang menimpa beberapa Santri  pesantren Mambaus Sholihin.
 Kegiatan di Lapas itu ditutup dengan penyampaian sebuah Mauidloh Hasanah beserta do’a oleh KH. Zakaria Al-Anshori.
(AF)

Comments are closed.